Sabtu, 26 Maret 2016

cara berternak ayam serama


Ayam Serama Mengalahkan Ayam Kate

Ayam Kate - Ayam hias banyak sekali ragam dan jenisnya, ada yang lokal asli indonesia seperti ayam balenggek dari sumatra bagian barat. ayam pelung yang berasal dari jawa barat dan ayam ayam importjuga tidak sedikit, seperti ayam hias black poland dari polandia, ayam hias skyner dari prancis. nah bagaimana dengan ayam kate ini.
Ayam kate terkenal karena ciri khasnya yang memiliki perawakan mini, suara yang merdu, keindahan bulu, jengger dan berbagai keindahan fisik lainnya. hal itulah yang mendorong para peternak dan para hobbies untuk memelihara ayam hias ini sebagai hiburan dan pengusir dari stress. 

Jenis Ayam Kate

Ayam Kate Batindo
Memiliki ciri ciri warna bulu putih dan bergaris garis hitam, bulu leher bagian belakang bersurai jengger berwarna merah menyala dan berbentuk mawar.
Ayam Kate Lokal
Asal usul dari ayam kate local ini belum diketahui, namun sudah lama dipelihara oleh para penggemar ayam kate di indonesia. ciri ciri fisiknya tidak jauh beda dengan ayam kate jepang yaitu : bulu berwarna putih halus dengan jugs hitam, jengger dan pial besar berbentuk wilah dan berwarna merah. kaki pendek berwarna abu abu paruh dan kuku berwarna putih.

Ayam Serama Kecil Harga Selangit

Ayam serama adalah ayam terkecil di dunia yang berasal dari malaysia. Ayam ini sangat menyenangkan untuk dipelihara karena pandai memikat hati dengan gayanya yang penuh aksi. Jika kita perhatikan ayam ini segera mengangkat dada dan meluruskan ekornya tegak keatas hingga 90 derajat serta mengibaskan kedua sayapnya.

Cara beternak ayam serama harus dilakukan dengan intensif. Pemberian pakan bisa menggunakan pakan dedak yang tiap harinya diberikan minum vitamain. Kandang harus terlindung dari hujan, karena ayam ini mudah sekali terkena penyakit jika kandangnya kuarang memenuhi sarat.

Sebetulnya merawat ayam serama ini tidak terlalu sulit juga, asal kita selalu memperhatikan aspek kebersihan dan pemberian pakan yang bagus, memang lebih bagus lagi jika pakan yang kita berikan dicapur juga dengan konsentrat.

Ayam serama ini bertelur tidak terlalu banyak. Telur diambil setiap hari dan dikumpulkan selama 7 hari, selanjutnya dimasukkan mesin tetas, lama penetasan telur ini sama dengan ayam pada umumnya yaitu 21 hari. setelah ayam menetas dimasukan dalam bok yang diberi lampu pemanas sebagai indukan. Pemanas ini berfungsi sebagai ganti induk ayam betina yang memanaskan anaknya. Baru setelah 30 hari bulu mulai tumbuh komplit maka anak ayam ini bisa dimasukan dalam bok biasa.

Dalam perawatan rutin harian, pemberian pakan dan membuang pakan sisa kemarin, memberi air minum baru dan membersihkan tempat minum setiap hari. Sebab penyakit biasanya banyak bersarang pada tempat pakan atau air minum yang jarang dibersihkan. Kotoran dibersihkan setiap hari dan ayam serama dimandikan juga setiap hari. Dengan memandikan ayam ini, menjadikan ayam kita menjadi semakin jinak dan nurut dengan kita.

Ayam serama mudah dipelihara. Pakannya sedikit terdiri atas campuran konsentrat, jagung. dan dedak, 2:3:5 yang diberikan sehari 2ayam-serama-ayam-mungil kali. Sesekali ayam serama dimandikan dengan sabun mengandung disenfektan supaya bulunya mengkilap dan terhindar dari kutu. Berikutnya menjemur setiap pagi, pukul 09.00 selama 1�2 jam. Ayam serama juga butuh dilatih apalagi bila hendak diikutkan ke kontes. Latihannya sederhana: lepaskan ayam serama di atas meja pajang, lalu biarkan ia berjalan-jalan ke sana ke mari yang secara tidak langsung membentuk mental dan gaya berjalannya.

Tentang Ayam serama Dipercaya berasal dari kelantan malaysia
Hasil persilangan dari berbagai jenis ayam
Nama serama berasal dari kata Sri Rama dan pada mulanya hewan ini dipelihara dikalangan istana saja.
Bisa berumur hingga 15 tahun
Berat ideal adalah dibawah 500 gram atau 1/2 kg.
Ciri serama yang bagus adalah ekor yang cantik, berdada tegak kepak syap lurus ke bawah.
Hewan peliharaan yang jinak, manja dan mengenal pemeliharanya.
Mempunyai gelagat yang menarik, seperti berjalan mundur kebelakang.

Kamis, 24 Maret 2016

cara membudidayakan kucing persia

Hobby memelihara kucing persia, peluang bisnisnya bagus lho, harga jualnya lumayan tinggi. Daripada hanya sekedar hobby lebih baik sekalian saja, budidaya kucing persia yuk.  Cara ternaknya juga tidak susah untuk yang hobby kucing persia, tentunya sudah terbiasa merawat kucing persia kan.
Kucing Persia
Gambar Kucing Persia

Sifat Kucing Persia

Kucing persia memiliki sifat pemalas, karenanya butuh kesabaran dan perawatan yang ekstra. Meski suka bermalas-malasan tapi kucing ini adalah jenis kucing yang lebih pintar dibanding kucing kampung. Warna bulunya dan bentuk mukanya yang artistik membuatnya memiliki nilai jual yang bagus.

Mengawinkan Kucing Persia

Mengawinkan atau budidaya kucing persia ini gampang-gampang susah, terutama sekali bahwa pengalaman menjadikan seseorang menguasai dengan baik teknik beternak kucing persia. Tetapi untuk yang masih sekedar menjalani hobby jangan takut, berikut tips mengawinkan kucing persia. Pertama soal warna bulu kucing, sangat menentukan anakan yang akan diperoleh. Jadi Anda harus pilih betul indukan yang akan dikawinkan. Kalaupun ingin coba-coba kawin silang dengan ras lain, biasanya dengan kucing anggora. Silangkan persia betina dengan anggora yang jantan, karena akan lebih mudah proses perkawinannya. Pilihkan tempat yang bersih, dan satu minggu sebelum dikawinkan periksakan dulu ke dokter.

Mempersiapkan Kucing untuk Dikawinkan

Cara beternak kucing persia berbeda dengan hewan lain, karena sifatnya yang pilih-pilih pasangan. Anda harus perhatikan betul teknik budidaya hewan jenis ini. Pada awal pertemuan kedua kucing yang akan dikawinkan sebaiknya tidak langsung dimasukkan dalam satu kandang. Karena kucing-kucing ini juga butuh waktu untuk mengenali pasangannya secara natural. Tempatkan saja mereka masing-masing di kandangnya, tapi satukan ruangannya. Beri waktu mereka untuk saling melihat dan memperhatikan satu sama lain. Hari berikutnya dekatkan kandang mereka, hari selanjutnya kalau ada respon positif tempelkan kandang mereka. Kalau terjadi interaksi diantara mereka seperti saling menjilat, mencium, atau menempelkan tubuhnya segera buka kandangnya, biarkan mereka bermain dalam ruangan tersebut. Siapkan makanan dan minuman yang cukup dan buka pintu ruangan sedikit atau memberi jalan untuk jantan keluar ruangan, karena pada waktu kucing kawin, si betina akan sesekali kesakitan, lalu mengusir jantan tapi mereka akan kawin lagi sampai pembuahannya sempurna.

Perawatan Kucing Persia

Perawatan dan pemeliharaan kucing ras persia yang paling sulit adalah bagaimana menjaga bulu kucing agar tidak tertelan, karena kebiasaan kucing yang suka menjilati badannya, padahal bulu-bulu kucing ini panjang, atau istilahnya hairball atau bola rambut. Berikan sedikit campuran margarin dalam makanannya untuk mengeluarkan hairball pada kucing, atau bisa juga membeli pasta khusus di toko hewan. Tapi sejatinya kucing ini memiliki cara alami untuk mengeluarkan hairball yaitu dengan memakan rumput. Tetapi kalau kucing persia Anda sudah sering batuk-batuk, susah bernafas, juga muntah-muntah, sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk operasi, karena itu tandanya hairball-nya sudah membesar.

Perhatikan Kandang dan Ruangan Bermainnya

Cara budidaya kucing persia berbeda dengan hewan lain, karena justru membutuhkan tempat yang bersih dan nyaman. Kucing-kucing rumahan seperti persia ini tidak suka tempat yang kotor.  Anda harus membersihkan kandangnya setiap hari, selain juga memberinya makanan dan air yang cukup. Dijaga agar tidak becek, dan pastikan sirkulasi udaranya bagus. Tempat bermainnya juga sebaiknya bersih dan jauh dari benda-benda yang bisa mengakibatkan keracunan. Penting untuk menjaga kelembaban suhu udara sebaiknya jangan lebih dari 24C.

Makanan Kucing Persia

Dalam budidaya kucing persia hal lain yang harus sangat diperhatikan adalah makanannya, karena ia memiliki perut yang sensitif. Makanan yang baik untuk ras ini adalah makanan mentah seperti daging sapi atau daging ayam yang digiling, karena mudah dicerna dan memiliki kemiripan dengan makanannya di alam bebas, sehingga tidak mudah muntah.

cara ternak burung jalak suren


CARA BETERNAK BURUNG JALAK SUREN AGAR BERHASIL

Kicaukan - Cara Beternak Burung Jalak Suren Agar Berhasil - Sobat kicaukan, jalak suren memang cukup langka di pasar burung. Penyebabnya adalah populasinya yang semakin sedikit karena perburuan. Karena sulitnya mendapatkan jalak suren di beberapa daerah, maka harga jalak suren pun terbilang mahal. Burung jalak memang ada beberapa jenis, misalnya jalak suren, jalak putih, atau jalak albino. Nah, salah satu kicaumania yang sudah berpengalaman telah berhasil beternak jalak suren, dan akan kita bahas di sini. Karena pada kesempatan ini kami akan membahas tentang cara beternak burung jalak suren agar berhasil.
Untuk beternak jalak suren sebenarnya secara garis besar hampir sama dengan beternak burung cucak hijau dan beternak burung kenari. Sekali lagi, yang dibutuhkan adalah kesabaran, ketelitian, dan konsistensi. Beternak jalak suren sebenarnya tidak terlalu sulit. Anda hanya harus mempersiapkan kandang yang idela, lingkungan yang nyaman, dan tentunya mencukupi kebutuhan pakan dan nutrisinya. Menurut pengalaman, yang paling sulit adalah membedakan jalak suren jantan dan betina. Tetapi anda tidak perlu khawatir, karena untuk membedakan jalak suren jantan dan betina anda bisa membacanya di sini.
CARA BETERNAK BURUNG JALAK SUREN AGAR BERHASIL
Langsung saja sobat kicaukan, berikut ini beberapa langkah dan persiapan untuk cara beternak burung jalak suren agar berhasil :
1. Memilih indukan jalak suren
Untuk memilih calon indukan jalak suren jantan dan betina, usia yang paling ideal adalah berusia 1-2 tahun. Karena pada usia tersebut, jalak suren biasanya sudah siap kawin. Pastikan anda memilih indukan jalak suren jantan dan betina dengan benar. Dan jangan lupa untuk memilih calon indukan jalak suren yang sudah jinak dan tidak giras/liar agar proses reproduksinya lancar.
2. Membuat kandang penangkaran
Nah, untuk kandang penangkaran jalak suren sebenarnya tidak ada ukuran baku. Tetapi menurut master jalak suren yang sukses beternak, ukuran kandang penangkaran yang ideal adalah berukuran panjang 2 meter, lebar, 1 meter, dan tinggi kandang 2,25 meter. Atau jika lokasi dan lahan tidak memungkinkan, anda bisa membuat kandang dengan ukuran 1x1 meter2 dengan tinggi kandang 1 meter pula.Untuk konstruksi kandangnya sebagai berikut :
  • Dinding kanan dan kiri dan bagian belakang bisa dari batako atau batu bata. Yang penting jangan diplester dengan semen agar kelembabannya tetap terjaga.
  • Untuk dinding depan (pintunya) harus terbuka. Bisa ditutup dengan kawat ram.
  • Untuk atapnya, separuh tertutup dan separuhnya terbuka. Separuh ditutup dengan asbes, sedangkan yang separuhnya lagi dengan kawat ram.
  • Lantai kandang lebih baik tanah liat/tanah saja, tidak usah diplester. Tujuannya agar tetap lembab dan lebih cepat menyerap kotoran jalak suren.
  • Tangkringan atau tenggeran menggunakan balok kayu persegi (bukan yang bulat) agar lebih mudah dicengkeram.
  • Sarang bisa dibuat dari kayu atau triplek berbentuk persegi (kotak) dengan ukuran 25 x 25 x 35 cm2. Letakkan di kandang bagian atas karena sifat burung lebih senang bertelur di atas.
  • Sediakan tempat mandi atau karamba sebagai media untuk mandi. 

3. Menjodohkan calon indukan jalak suren jantan dan betina
Untuk penjodohan calon indukan jalak suren sebenarnya tidak berbeda jauh dengan proses menjodohkan burung kicau lainnya. Misalnya seperti burung kenari. Nah, untuk mengetahui bagaimana proses agar jalak suren jantan dan betina cepat berjodoh dan lekas kawin, anda bisa membacanya di sini.
4. Mencukupi kebutuhan pakan indukan jalak suren
Kebutuhan pakan utama dan pakan ekstra (EF) harus anda cukupi karena dengan asupan pakan yang cukup dan berkualitas maka akan mempercepat proses reproduksi. Sebagai pakan utamanya anda bisa memberikan voer. Sedangkan pakan ekstranya anda bisa memberi jangkrik, ulat hongkong, dan pisang kepok. Induk jalak suren betina akan bertelur 1 minggu setelah proses kawin berhasil. Selanjutnya betina akan mengerami telur sampai menetas.
5. Merawat anakan jalak suren
Setelah telur menetas, biasanya anakan jalak suren akan dibiarkan bersama induknya sampai umur 1 minggu atau 1 bulan. Tetapi menurut pengalaman, anakan jalak suren yang berusia 1 minggu sudah diambil dan dirawat sendiri dengan cara diloloh. Masukkan anakan jalak suren ke dalam inkubator dan pisahkan sendiri-sendiri di dadlam besek/sarang buatan. Pada bagian atas besek, ditutup dengan rotan agar anakan bisa istirahat. Untuk pelolohannya, menggunakan voer yang telah dihaluskan dan diberi sedikit air hangat agar mudah dicerna. Untuk meloloh anakan JS anda bisa menggunakan spet. Waktu meloloh adalah setiap 1 jam sekali, dan jika sudah agak besar 2 jam sekali, semakin besar 3 jam sekali, dan seterusnya sampai anakan bisa makan sendiri. Dan jika anakan JS sudah bisa makan sendiri, anda bisa memberikan jangkrik kecil 3 kali sehari masing-masing 5 ekor. Tetapi pastikan jangkrik sudah dibersihkan dari kaki-kakinya.
CARA BETERNAK BURUNG JALAK SUREN AGAR BERHASIL
Ilustrasi Anakan JS
Cara diatas bisa anda terapkan untuk beternak segala jenis jalak, seperti jalak bali atau jalak suren, atau jalak putih, bahkan jalak albino. Harga yang mahal dan menjanjikan dari jalak memang sangat menggiurkan dan membuat kita semangat untuk bertenak. Hehe..
Sobat kicaukan, demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Cara Beternak Burung Jalak Suren Agar Berhasil. Semoga bermanfaat bagi anda semua, dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Kicaukan untuk mendapatkan berbagai macam informasi penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau, semoga sukses.!!!  
Sobat kicaukan, jika anda menilai artikel ini bermanfaat bagi anda silakan like di Facebook atau tweet di Twitter. Terima kasih.   
Baca juga artikel menarik berikut ini : CARA MENJINAKKAN JALAK SUREN KALIMANTAN PALING AMPUH.

cara ternak ikan cupang


d
Cara praktis budidaya ikan cupang
Disusun oleh Redaksi
Kiat sukses budidaya ikan cupang
Cara praktis budidaya cupang
Ikan cupang merupakan salah satu ikan hias yang mudah dipelihara. Budidaya ikan cupang tidak memerlukan tempat luas dan modal yang besar. Bisa dilakukan sebagai usaha rumahan.
Ikan cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar dari daerah tropis. Banyak ditemukan di perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di alam bebas ikan ini hidup berkelompok. Habitatnya ada di rawa-rawa, danau, dan sungai yang arusnya tenang.
Salah satu keistimewahan ikan cupang adalah daya tahannya. Sanggup hidup dalam lingkungan air minim oksigen. Bisa dipelihara dalam toples kecil tanpa menggunakan aerator. Kemampuan ini didapat karena ikan cupang memiliki rongga labirin seperti pada paru-paru manusia. Labirin tersebut bisa membuatnya bertahan pada lingkungan miskin oksigen.
Jenis ikan cupang
Dilihat dari kecamata para pehobi dikenal dua macam ikan cupang, yakni cupang hias dan cupang adu. Cupang hias dipelihara untuk dinikmati keindahan bentuk, warna dan gerakannya. Sedangkan cupang adu dipelihara untuk di adu. Perlu diketahui, di beberapa negara mengadu cupang termasuk tindakan ilegal.
Cupang hias dan cupang adu dibedakan berdasarkan bentuk dan sifat agresifitasnya. Untuk mengetahui lebih jauh silahkan lihat cupang hias vs cupang adu.
Masyarakat ilmiah mencatat lebih dari 73 spesies ikan cupang yang ada di bumi ini. Namun tidak semua dari spesies tersebut populer sebagai ikan peliharaan. Spesies ikan cupang yang beredar di pasaran kebanyakan berasal dari kelompok splendens complex, yang terdiri dari Betta splendensBetta stiktosBetta mahachaiBetta smaragdina dan Betta imbellis. Serta varian hasil silangan dari spesies-spesies tersebut. Lihat juga jenis-jenis ikan cupang.
Memilih indukan ikan cupang
Untuk memulai budidaya ikan cupang, langkah pertama yang harus disiapkan adalah mendapatkan indukan atau bibit berkualitas. Indukan yang baik sebisa mungkin berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, bebas penyakit dan cacat bawaan. Simpan indukan jantan dan betina di tempat terpisah.
Tips membedakan cupang jantan dan betina!
Jantan: gerakannya lincah, sirip dan ekor lebar mengembang, warna cerah, tubuhnya lebih besar. Betina: gerakannya lebih lamban, sirip dan ekor lebih pendek, warna kusam, tubuh lebih kecil.
Sebelum pemijahan dilakukan, pastikan indukan jantan dan betina sudah masuk dalam fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan. Adapun ciri-ciri indukan yang telah menunjukkan siap kawin adalah sebagai berikut.
Untuk cupang jantan:
§  Berumur setidaknya 4-8 bulan
§  Bentuk badan panjang
§  Siripnya panjang dan warnanya terang atraktif
§  Gerakannya agresif dan lincah
Untuk cupang betina:
§  Berumur setidaknya 3-4 bulan
§  Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit
§  Siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik
§  Gerakannya lambat
Pemijahan ikan cupang
Setelah indukan jantan dan indukan betina siap untuk memijah, sediakan tempat berupa wadah dari baskom plastik atau akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina. Sediakan juga tumbuhan air seperti kayambang.
Cara praktis budidaya ikan cupang
Tempat yang diperlukan untuk pemijahan ikan cupang
Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang bisa menghasilkan hingga 1000 butir telur. Telur tersebut akan menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan. Berdasarkan pengalaman para pembudidaya, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dalam satu kali kawin biasanya hanya dapat dipanen 30-50 ikan cupang hidup.
Indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2-3 minggu. Sedangkan indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja. Bila dipaksakan, pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin. Dimana anakan ikan semakin didominasi kelamin betina.
Berikut langkah-langkah pemijahan ikan cupang:
§  Isi tempat pemijahan dengan air bersih setinggi 10-15 cm. Seabagai catatan gunakan air tanah atau air sungai yang jernih. Endapkan terelebih dahulu air yang akan dipakai setidaknya selama satu malam. Hindari penggunaan air dalam kemasan atau air PAM yang berbau kaporit.
§  Tambahkan kedalam wadah tersebut tanaman air, sebagai tempat burayak berlindung. Tapi penempatan tanaman air jangan terlalu padat. Karena tanaman air berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada dalam air.
§  Masukkan ikan cupang jantan yang telah siap kawin. Biarkan ikan tersebut selama satu hari dalam wadah. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara. Gunanya untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi. Untuk memancing si jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina tetapi dipisah. Caranya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening (bekas gelas akua) dan benamkan ke dalam aquarium dimana ikan jantan berada.
§  Setelah indukan jantan membuat gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Ikan cupang cukup sensitif ketika kawin, sebaiknya tutup wadah dengan koran atau letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang dan suara bising.
§  Setelah terjadi pembuahan angkat segera indukan betina, karena yang bertanggung jawab membesarkan dan menjaga burayak adalah cupang jantan. Dengan mulutnya si jantan akan memunguti telur yang telah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi. Apabila indukan betina tidak diangkat, maka telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan si betina.
§  Setelah kurang lebih satu hari telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Selama 3 hari kedepan burayak tidak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.
§  Setelah tiga hari terhitung sejak telur menetas, berikan kutu air (moina atau daphnia). Pemberian pakan jangan lebih banyak dari burayak karena pakan akan mengotori air dan menyebabkan kematian pada burayak.
§  Indukan jantan baru diambil setelah burayak berumur 2 minggu terhitung sejak menetas. Pindahkan burayak tersebut pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air yang lebih besar atau larva nyamuk.
§  Setelah 1,5 bulan, ikan sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya. Kemudian pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran.
Pakan ikan cupang
Pakan favorit yang biasa diberikan pada ikan cupang adalah kutu air , cacing sutera dan larva nyamuk. Pakan sebaiknya diberikan sesering mungkin, misalnya 3-4 kali sehari. Semakin sering frekuensinya semakin baik. Lebih baik sedikit-sedikit tapi sering dari pada sekaligus banyak. Hal ini untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang bisa mengakibatkan berkembangnya penyakit.
Kutu air bisa didapatkan di selokan-selokan yang tergenang, atau membelinya dari toko akuarium. Kalau tidak memungkinkan, kita bisa membudidayakan kutu air sendiri. Silahkan lihat cara budidaya kutu air daphnia dan moina.
Perawatan ikan cupang
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, ikan cupang relatif tahan banting. Bisa dipelihara dalam akuarium tanpa menggunakan aerator. Ikan ini tahan terhadap kondisi air yang minim oksigen. Walaupun begitu, disarankan untuk tetap menjaga kualitas air dengan memberinya aerasi dan filter pembersih. Agar ikan bisa berkembang sempurna dan selalu dalam kondisi bugar. Terutama untuk perawatan ikan kontes.
Tidak disarankan memelihara lebih dari satu ikan cupang jantan yang telah dewasa dalam satu akuarium. Terlebih bila ukuran akuariumnya kecil dan tidak ada tempat berlindung. Ikan-ikan tersebut bisa saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya tidak mulus dan warnanya kurang keluar.
Khusus untuk ikan cupang aduan, kita bisa memasukkannya ke dalam toples kaca kecil. Berdasarkan beberapa pengalaman, agar ikan lebih agresif simpan di tempat yang gelap. Jangan meletakkan toples ikan secara berdekatan. Karena ikan cupang aduan akan terus dalam kondisi siap menyerang dan membenturkan dirinya ke kaca. Berikan sekat tidak tembus pandang di antara toples-toples tersebut.
Gantilah air yang terdapat dalam wadah secara berkala. Lihat apakah ada penumpukan kotoran dan sisa pakan pada dasar wadah. Penumpukan tersebut bisa menimbulkan penyakit bahkan kematian paa ikan karena pencemaran air.


Minggu, 20 Maret 2016



BETERNAK AYAM BANGKOK DENGAN CEPAT


Beternak Ayam Bangkok dengan Cepat : Memilih Ayam Bangkok kualitas terbaik bukanlan suatu hal yang mudah untuk dilakukan, terlebih lagi hal ini disebabkan karena banyaknya ciri-ciri umum dan khusus yang harus dipenuhi saat memilih dan membeli Ayam Bangkok. Cara berternak ayam bangkok sebanarnya sangatlah mudah, yang perlu diperhatikan dalam berternak ayam bangkok adalah pemilihan induk bangkok yang bagus, baik induk bangkok maupun pejantan bangkok. Untuk menghasilkan peranakan bangkok yang baik menurut Cara berternak ayam bangkok sebaiknya dalam pengawinan induk dan pejantan bangkok herus dalam keadaan sehat, karena jika dalam pengawinan tersebut salah satu diantaranya sakit atau mempunyai kelainan, bisa menyebabkan peranakan bangkog yang kurang bagus atau masih mempunyai kelainan yang menyerbabkan harga ayam tersebut terpengaruh atau lebih murah.


BETERNAK AYAM BANGKOK DENGAN CEPAT

Cara berternak ayam bangkok di antaranya adalah :

  • Pilih induk bangkok yang baik dan sehat.
  • Pilih Pejantan bangkok yang sehat dan permainan tarungnya yang agus.
  • Siapkan kandang umbaran, perkawinan di kandang umbaran lebih baik dari pada di kandang dodogkan. Karena proses perkawinan lebih alami.
  • Kandang anak ayam bangkok sebaiknya di buat sebelum di kawinkan, agar saat menetas nanti, anak ayam bangkok siap dipindahkan.
  • Pakan induk dan anak ayam bangkok.Banyaknya jenis pakan ayam bangkok, lebih baik baca dulu cara pemberian pakan ayam bangkok sebelum di praktekkan.
Untuk tambahan pengetahuan buat pembaca artikel Cara berternak ayam bangkok ini, perlu diketahui bahwa saat ayam bangkok mulai mengengkrami telurnya, sedikit penyiraman air ke induknya saat mengengkrami membuat induk bangkok tersebut mau kawin lagi. Jadi telur yang dihasilkan dalam Cara berternak ayam bangkok bisa lebih banyak. Hal itu dapat dilakukan sampai 3 kali menurut Cara berternak ayam bangkok, dengan catatan tidak boleh berlebihan dalam melakukannya. Karena akan membuat induk ayam tersebut tidak mau mengengkrami telurnya. Jangan lupa segera memindahkan atau mengambil anak ayam tersebut dari induknya, supaya induk ayam tersebut mau kawin lagi dan mulai mengengkrami telur yang baru. Pakan anak ayam bangkok menurut setelah nenbaca Cara berternak ayam bangkok tersebut juga perlu diperhatikan agar hasil tarung ayam tersebut berani diadu atau bernilai dalam aduan.
Mengawinkan induk bukanlah pekerjaan yang sulit, terutama bagi peternak yang sudah berpengalaman. Hal yang sulit adalah mencari bakal Pejantan dan Indukan yang berkualitas tinggi. Mengawinkan induk bisa dilakukan di kandang umbaran atau dengan sistem kawin tembak (doddogan). Caranya induk betina dipegangi, lalu induk jantan akan mengawini si betina. Cara ini terkenal paling efektif dan cepat menghasilkan keturunan. Induk jantan yang baik biasanya tidak terlalu sulit dikawinkan dengan cara dogdogan. Jika induk jantan tidak mau mengawini induk betina dengan cara dogdogan, sebaiknya induk jantan dan induk betina dikawinkan di dalam kandang umbaran.
Satu ekor pejantan bisa mengawini 3-4 induk betina. Perkawinan juga bisa dilakukan secara inseminasi buatan, tetapi cara ini jarang dilakukan karena cara perkawinan alamiah terhitung cukup gampang dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli peralatan inseminasi.

Induk yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan. Induk betina ayam bangkok bertelur terbatas, tidak lebih dari 20 butir setiap periodenya. Hal ini berbeda dengan ayam kampung yang bisa bertelur sampai 40 butir untuk setiap periode. Telur-telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan di dalam mesin tetas. Untuk usaha skala kecil, penetasan bisa dilakukan oleh induknya, tetapi untuk usaha berskala besar, terutama peternakan yang menjual anakan (DOC), penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasitas produksinya.
align="justify"> Anak ayam menetas setelah dierami oleh induknya selama 21 hari atau sama dengan penetasan menggunakan mesin tetas. Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari. Kandang postal anak ayam dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengawinkan ayam bangkok adalah tidak mengawinkan saudara sekandung (berinduk sama). Namun perkawinan antara induk (F1) dan anak (F2) masih diperkenankan. Begitu juga dengan perkawinan antara induk (F1) dan cucu (F3)